Foto diatas sebenarnya opsi terakhir saya untuk edisi #365shots hari ini, maksud hati ingin memoto objek yang lain, tapi ketika di perjalanan baterai kamera saya habis, ya terpaksa saya menunda mengambil objek untuk hari ke-7 ini.
Lalu mengapa foto diatas yang akhirnya saya jepret? Simple saja, karena hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah (*agaklebay*) jika ingin disangkutkan ke Festival Jazz terbesar di Indonesia ini. JavaJazz Festival. Foto diatas adalah flyer dari Java Jazz Festival 2010. Tahun 2010 ini merupakan tahun ke-6 penyelenggaraan JavaJazz, dan jika tidak ada aral melintang, tahun ini merupakan tahun ke-6 saya juga menghadiri festival yang kini sudah diakui oleh dunia sebagai salah satu festival jazz terbesar di dunia. Java Jazz Festival diadakan selama 3 hari, dan saya dengan bangga juga mengatakan, saya tidak pernah absen satu hari-pun selama festival itu berlangsung. Jadi saya sudah menghabiskan waktu 15 hari di Java Jazz Festival selama 5 tahun terakhir.
Jika diruntun dari tahun pertama penyelengaraan festival ini, saya bisa dibilang termasuk “orang lama” atau senior di Java Jazz. Haha. Maksudnya, saya mengikuti dari awal festival ini mulai dari gembar gembor sampai akhirnya di bulan Januari 2005 ada kabar bahwa akan diselenggarakan festival jazz internasional yang penuh dengan musisi jazz internasional yang namanya sudah dikenal. Benar saja, ketika penjualan tiket baru dibuka, saya langsung nekat membeli tiket terusan 3 hari ketika para musisi dan band belum fix benar. Saya mengambil keputusan itu karena mengetahui mana ada festival yang dipenuhi musisi internasional kelas dunia dijual tiketnya dengan harga semurah itu (waktu itu 3 hari saya cuma beli seharga 350 ribu). Waktu itu belum banyak teman saya yang tersangkut dengan virus Jazz, maka dari itu saya banyak mendapat teman dari forum-forum internet. Saya ingat betul, ketika forum JavaJazz di website resmi mereka dibuka, saya langsung daftar dan memenuhi forum itu dengan segala pertanyaan. Dari forum itulah saya banyak mengenal banyak teman bahkan sahabat saya hingga kini.
Untuk tahun 2010 ini begitu istimewa karena band yang saya manajeri (notturno - saya bahas di #2), dipilih oleh panitia menjadi salah satu band yang mereka inginkan bermain. Jadi tanpa kami apply apapun, kami dihubungi oleh pihak mereka, dan mereka minta kami bermain di event Java Jazz. Wow! Sungguh tidak bisa berkata-kata lagi selain Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan.
Tadi siang, sebelum saya mengantar CD dan segala keperluan yang diminta ke pihak panitia Java Jazz, saya sebelumnya mengirimkan profil band yang memang diminta oleh panitia ketika saya meeting dengan mereka beberapa hari yang lalu. Tidak lama setelah itu, ketika saya membuka link: http://www.javajazzfestival.com/2010/artistslist.php, alangkah terkejutnya saya melihat nama notturno sudah masuk list band yang sudah dikonfirmasi oleh mereka untuk bermain di Java Jazz. Alhamdulillah, sungguh menyenangkan rasanya melihat nama band kami berada disitu
Ketika mengeluarkan album kami yang perdana tepat setahun lalu, kami mempunyai angan-angan untuk bermain di banyak festival jazz, namun itu semua tidak ada artinya jika tidak bermain di Java Jazz. Dulu untuk meraih angan-angan itu sepertinya sangat jauh sekali dibayangkan, tapi ternyata kita memang harus terus bermimpi (dan terus berusaha) untuk meraih sesuatu yang kita inginkan. Doakan kami agar semuanya berjalan lancar dan tidak ada halangan/rintangan yang menghambat selama 2 bulan ini untuk bermain di festival jazz terbesar di Asia itu.
Sebenarnya sangat panjang kalo mau mengupas pengalaman Java Jazz saya dari tahun pertama hingga kelima tahun lalu, beribu cerita saya punya tentang festival ini, saya memang tumbuh bersama festival ini. Tapi cerita-cerita lainnya mengenai Java Jazz terpaksa saya tunda karena ingin membahasnya di lain kesempatan. Ketika Java Jazz volume 6 sudah tinggal beberapa hari lagi, saya akan membahasnya kembali. Postingan ini semacam mukadimah dari postingan-postingan saya yang lain mengenai Java Jazz Festival.
Akhir kata, mengutip dari omongan saya sendiri: I grew up with Java Jazz festival.
#7 from #365shots in 365days.