My super fantastic life!

11th January 2010

Photo

Sungguh beruntung ayah saya, disaat dulu ia membeli sebuah tanah di bilangan Pasar Minggu, ia tidak akan pernah tahu bahwa di tanah yang dibelinya itu tertanam 3 pohon Rambutan Rapiah dan 1 pohon Rambutan biasa.
Alhasil jika musim Rambutan tiba, maka penunggu tanah kami disana sudah tahu apa yang ia lakukan. Memetik buah dari semua pohon Rambutan itu, kemudian mengantarnya ke rumah saya. Sayangnya, semakin lama pohon Rambutan yang memenuhi tanah kami semakin tinggi dan lebat, sehingga mau tidak mau satu persatu harus ditebang hingga kini tersisa tinggal 2 pohon saja.
Dulu ketika pohon Rambutan kami masih utuh, ketika musim panen tiba, maka dapur rumah kami penuh dengan segunung Rambutan. Ketika musim itu tiba, maka kami dikenal tetangga dan saudara-saudara sebagai supplier Rambutan karena kami membagi kebahagiaan panen itu ke mereka.
Walaupun hanya tersisa 2 pohon, dan saat ini buahnya tidak sebanyak dulu lagi, kami tetap kebagian jatah ketika musim panen itu tiba. Buahnya masih enak seperti dulu. Buah Rambutan terbaik yang pernah saya cicipi. Karena keterbatasan hasil panen, mohon maaf untuk para tetangga dan saudara, kami tidak bisa membagi kebahagiaan Rambutan seperti dulu lagi. Kalo mau mencicipi Rambutan terenak di Indonesia, monggo.. silahkan datang ke rumah saya.
#5 from #365shots in 365days

Sungguh beruntung ayah saya, disaat dulu ia membeli sebuah tanah di bilangan Pasar Minggu, ia tidak akan pernah tahu bahwa di tanah yang dibelinya itu tertanam 3 pohon Rambutan Rapiah dan 1 pohon Rambutan biasa.

Alhasil jika musim Rambutan tiba, maka penunggu tanah kami disana sudah tahu apa yang ia lakukan. Memetik buah dari semua pohon Rambutan itu, kemudian mengantarnya ke rumah saya. Sayangnya, semakin lama pohon Rambutan yang memenuhi tanah kami semakin tinggi dan lebat, sehingga mau tidak mau satu persatu harus ditebang hingga kini tersisa tinggal 2 pohon saja.

Dulu ketika pohon Rambutan kami masih utuh, ketika musim panen tiba, maka dapur rumah kami penuh dengan segunung Rambutan. Ketika musim itu tiba, maka kami dikenal tetangga dan saudara-saudara sebagai supplier Rambutan karena kami membagi kebahagiaan panen itu ke mereka.

Walaupun hanya tersisa 2 pohon, dan saat ini buahnya tidak sebanyak dulu lagi, kami tetap kebagian jatah ketika musim panen itu tiba. Buahnya masih enak seperti dulu. Buah Rambutan terbaik yang pernah saya cicipi. Karena keterbatasan hasil panen, mohon maaf untuk para tetangga dan saudara, kami tidak bisa membagi kebahagiaan Rambutan seperti dulu lagi. Kalo mau mencicipi Rambutan terenak di Indonesia, monggo.. silahkan datang ke rumah saya.

#5 from #365shots in 365days

Tagged: 5365shotsrambutan